Kamis, 07 Januari 2016

Pemakaian Bahan Non Kayu untuk Interior Kapal

Pemakaian Bahan Non Kayu untuk Interior Kapal
 
Pemakain pada Lantai Kapal
 
Bahan bangunan yang diaplikasikan pada lantai dapat berbeda sesuai fungsi dan tata interior yang ingin disampaikan pada tiap-tiap ruangan. Bahan lantai tersebut dapat berupa ubin keramik, beton, plesteran maupun karpet yang digunakan pada ruang dengan perhatian fungsi akustik yang maksimal seperti auditorium.
 
Lantai Beton
 
Lantai dari beton ini digunakan pada lantai dasar kapal atau tepatnya pada bagian mesin, lantai 1 ini difungsikan sebagai ruang mesin induk sehingga membutuhkan jenis bahan lantai yang mampu menahan beban yang berat.
 
Ubin keramik
 
Ubin keramik yang menggunakan magnesium alumina cilica relatif tidak berbahaya dan aman bagi kesehatan, rendah resiko radiasi, lebih hemat, dan lebih indah apabila diterapkan di ruang tidur penumpang karena akan membuat tidurlebih nyaman dengan keindahan ruangan tersebut. Penggunaan Magnesium alumina cilica ini juga mampu menghasilkan keramik yang lebih mengkilap dan putih tanpa harus mempertegasnya dengan zat pemutih.
 
Karpet
 
Lapisan permadani mempunyai keuntungan sebagai isolasi terhadap suara. Permadani yang dipasang sebagai lapisan lantai biasanya terdiri dari lapisan karet busa dan lapisan permadani. Sebagai permadani dapat digunakan nylon, bahan sintetik lain, atau wol. Lapisan ini biasanya dilem dengan perekat khusus pada lantai kapal, biasanya diterapkan di mushola atau ruang navigasi.
 
Keunggulan dari penggunaan bahan karpet sebagai penutup lantai pada ruangan adalah
 

  • Dapat meredam suara sehingga tidak menimbulkan gema pada ruangan 

  • Mudah dibentuk sehingga memiliki nilai estetika tersendiri 

  • Memiliki ukuran yang fleksibel 

  • Aman 

  • Mudah dibersihkan

 
 Dinding
 
Material yang digunakan sebagai dinding juga dibedakan berdasarkan tata letak bangunan dan fungsi ruangan. Untuk dinding di bagian bawah tanah menggunakan dinding waterproof, sedangkan dinding untuk ruang di atas permukaan tanah dapat menggunakan material Noise Absorbtion Plasterboard, Baja, Aluminium Komposit, Kaca. Kaca yang digunakan merupakan kaca yang memiliki ketahanan terhadap ledakan.
 
 
 
Noise Absorbtion Plasterboard
 
Merupakan bahan yang terbuat dari gypsum yang dikhususkan untuk mengurangi gaung (echo) dan menyerap suara dalam ruangan. Gypsum ini terdiri dari 4 tipe perforasi geometris yang sangat khas dan unik. Saat diaplikasikan akan membentuk desain yang estetik yang unik. Gypsum jenis ini dapat diterapkan pada plafon maupun partisi.
 
Jenis gypsum ini biasanya digunakan pada ruangan besar, terbuka dan berplafon tinggi yang rentan terhadap terjadinya gaung, dan ruangan yang membutuhkan tingkat akustik yang tinggi.
 
Gypsum yang digunakan adalah gypsum jaya bell karena jenis gypsum merk ini memiliki perforasi pada papan gypsumnya dan lapisan kertas akustik khusus bagian belakang papan yang memberikan daya serap suara yang sangat baik. Jenis gypsum ini dapat diaplikasikan pada permukaan rata maupun lengkung (minimal radius 8000 mm) tanpa mengurangi kemampuan penyerapan suaranya. Gypsum ini memiliki ketebalan sekitar 12 mm dengan lebar 1200 mm dan panjang sekitar 2400 mm.
 
 Gambar. Aplikasi Gypsum Pada Dinding
 
 


  Gambar. Macam-macam Gypsum Kedap Suara
 
 

 
 
Aluminium Komposit
 
Bahan ini di aplikasikan pada bagian dinding luar. Dimana bahan ini memiliki bentuk yang halus, tidak mudah patah, tahan terhadap cuaca, mudah dibentuk dan tahan terhadap korosi mengingat tempat pemakaianya ini berada kapal laut. Selain itu penggunaan dinding dengan bahan ini dapat meredam getaran – getaran.
 
Kaca
 
Fasad kaca pintar merupakan suatu konsep teknologi mutakhir dinding tirai kaca yang mempertemukan kepentingan ekologi maupun ekonomi yang dikondisikan sepenuhnya, dimana mampu mengurangi pantulan panas matahari. Selain itu kaca pintar mampu mereduksi penggunaan energy yang dipakai untuk sistem tata udara dengan cara mengeliminir beban pendingin eksternal. Fasade pintar memiliki kemampuan otomatik sistem ini untuk selalu beradaptasi dengan penggantian cahaya dan kondisi cuaca sepanjang tahun dengan cara mengoptimasi sumber energy pada selubung bangunan. 
 
Selain itu kaca jenis ini, mampu sebagai akustik untuk meredam bising dan getaran. Sehingga pada kapal yang menggunakan dinding menggunakan kaca nantinya dapat memaksimalkan cahaya alami pada area-area tertentu dan juga sebagai filter radiasi panas. Kaca ini memiliki ketebalan sekitar 3 mm – 10 mm.
 
Kaca bawah laut
 
Kaca yang dipakai di dalam bawah laut memakai kaca lamisafe. Kaca lamisafe merupakan kaca dengan tingkat tinggi keamanan dan perlindungan yang tinggi terhadap penggunaanya. Jika terjadi sesuatu yang menyebabkan pacahnya kaca, maka kaca lamisafe ini tidak akan berhamburan, tapi hanya retak dan sangat sulit ditembus. Lamisafe terdiri dari komposisi satu atau lebih lembaran film polifinil yang transparan, fleksibel dan sangat kuat dengan satu atau lebih lembaran kaca float dan disatukan melalui proses pemanasan dan pengepresan. Polifinil yang digunakan sangat jernih, bebas distorsi, tidak berkerut, dan tidak mengurangi sifat transparansi kaca. Lamisafe juga tahan terhadap kelembapan dan panas. Dengan demikian, lamisafe merupakan material yang sangat tepat untuk bahan transparan yang aman. Penggunaan kaca ini biasanya untuk :
 

  • Untuk atap kaca, skylight dan lain-lain,dimana tidak diinginkan adanya reruntuhan kaca jika pecah 

  • Untuk penggunaan khusus seperti untuk cendela kapal penumpang atau lainya.

 
Baja ringan
 
Struktur dinding baja yang terbuat dari bahan baja ringan dengan mutu tinggi (high tensile/ Hi-ten) dengan lapisan 55% aluminium, 43,5% Zinc, dan 1,5% alloy ini sebenarnya tidak hanya menggantikan fungsi dinding, tetapi juga menggantikan fungsi kolom, dan dapat mendukung beban struktur yang ada di atasnya. Dengan demikian, pemakaian struktur rangka ini tidak lagi memerlukan kolom dan balok. Kelebihan lain struktur dinding baja ringan selain cepat adalah ringan bobotnya, kuat terhadap serangan rayap, dan tahan gempa. Struktur ini juga cocok bila digunakan pada bangunan yang lokasinya mempunyai daya dukung tanah yang tidak baik (diatas kapal).
Plafon
 
Plafond Eternit
 
Harganya relatif terjangkau dan pemasangannya mudah. Biasanya berasal dari bahan asbes yang dibuat dari campuran semen dan kain perca. Dipasaran berukuran 100cm x 100cm. Eternit memiliki sifat dan keunggulan khusus, yaitu membuat ruangan dibawahnya menjadi sejuk dan tidak lapuk jika terkena tetasan air.  Kelemahannya, eternit mudah patah apabila tidak berhati-hati pada waktu pemasangannya.
 
Plafond Gypsum
 
Berbahan baku batu gyps yang diolah secara pabrikasi. Bentuknya hampir sama dengan batu kapus, tetapi lebih halus. Di kedua sisi atasnya dilapisi kertas. Untuk plafond akustik biasanya berbentuk lembaran berlubang kecil-kecil agar plafond ini kedap suara dan untuk plafond wet area bersifat anti-air. Keunggulan plafond ini, adalah tidak mudah terbakar, dan tidak menyebarkan api, tidak dimakan rayap dan binatang kecil lainnya, sangat stabil bahkan hampir tidak mengalami muai susut, tidak mengandung asbes, tidak lapuk dan tidak membusuk, dan mudah dipotong dengan pisau cutter sangat cocok diterapkan untuk plafon kapal.
 
Plafon akustik
 
Sistem plafon ini menggunakan rangka tampak (esposed grid) yang digantung (suspended) dengan ceiling panel berukuran 9m atau 12mm. Ceiling panel ini merupakan kombinasi finishing cat dan perforasi.
 
Plafon Metal
 
Plafon dan Rangka Plafon spesifikasi :
 
Jarak main Chanel : 1000 mm
 
Jarak Sub Chanel : 600 mm
 
Jarak penggantung 1000 x 1000 mm
 
Rangka Plafon dapat terbuat dari :
 
Metal Furring 0.4 mm
 
Hollow Besi 0.4 mm / 0.5 mm
 
Hollow Galvanis 0.4 mm / 0.5 mm
 
 
 
Atap
 
Enamel Steel Panel
 
Merupakan panel atap dari baja Low Carbon Steel dengan pewarnaan yang tidak pudar, tahan gores, api, dan zat kimia (karena dibakar hingga suhu 800 derajat celcius) selain itu tahan terhadap bocor, tampilan luar, keawetan, flesibilitas, kemudahan perawatannya, serta mereduksi panas dan suara sangat cocok diterapkan untuk atap sebuah ruangan dalam kapal.
 
Zincalume Panel
 
Adalah panel atap dengan bahan dasar komposit seng, baja, dan aluminium yang tahan karat. Finishing panel ini menggunakan cat yang dalam prosesnya dibakar/dioven hingga 250 derajat celcius. Untuk mereduksi panas dan suara dibawah panel ditambahkan lapisan polyethylene.